Bab 1 Cara Berfikir Sejarah

 Cara berfikir sejarah ada 8 yaitu : 

1. Pengertian Sejarah

2. Hakikat Sejarah

3. Unsur Penting Sejarah 

4. Konsep Berfikir Serjarah

5. Ciri-Ciri Sejarah

6. Manfaat Sejarah

7. Sumber data Sejarah

8.Tahap-Tahap Metode Penelitihan Sejarah


1. PENGERTIAN SEJARAH

Sejarah Berasal dari bahasa arab 'Syajarotun" yang artinya pohon yang merujuk pada silsilahraja atau dinasti pada masa lalu 

Menurut Herodotus "Sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus ke depan dengan tujuan pasti, melainkan melingkar, yang tinggi rendahnya disebabkan oleh keadaan manusia".

Menurut Ibnu Khaldun "Sejarah adalah catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab akibatnya".

Menurut Moh Yamin "Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan kebenarannya".



2. HAKIKAT SEJARAH

Ada 2 hakikat sebagai sejarah yaitu : Sejarah sebagai peristiwa dan Sejarah sebagai kisah

Sejarah sebagai peristiwa : 

Sartono Kartodirdjo menyatakan setiap peristiwa selalu memiliki pengaruh besar bagi kehidupan manusia.

Sejarah sebagai kisah : 

Merupakan hasil rekonstruksi atau upaya menghadirkan kembali peristiwa masa lalu melalui berbagai media.

3. Unsur penting dalam sejarah 

1. Manusia

2. Ruang 

3. Waktu


Kedudukan manusia dalam sejarah

Sebagai Objek Sejarah : Manusia merupakan aktor sentral dalam kajian sejarah. Sejarah adalah kisah tentang manusia dalam kaitannya dengan ruang dan waktu.

Sebagai Subjek Sejarah : Manusia berkontribusi dalam penelitian dan penulisan sejarah. Kisah sejarah tidak mungkin hadir tanpa adanya manusia yang meneliti peristiwa tersebut.


Konsep Ruang dan Waktu dalam Sejarah

Konsep ruang : 

  • Tempat terjadinya peristiwa
  • Cakupan pembahasan

Kajian berdasarkan ruang ada 3 yaitu : 

  • Sejarah kota 
  • Sejarah pedesaan
  • Sejarah lokal


4. KONSEP BERFIKIR SEJARAH

Ada 3 Konsep berfikir Sejarah yaitu : Kronologi, Diakronik, dan Sinkronik

Kronologi : 

  • Berasal dari bahasa Yunani, yaitu chronoss ‘waktu’ dan logos ‘uraian’ atau ‘ilmu’.
  • Ilmu tentang waktu yang membantu menyusun peristiwa sejarah sesuai urutannya.
  • Agar terhindar dari anakronisme.
  • Anakronisme adalah kerancuan waktu antara satu peristiwa sejarah yang satu dan peristiwa sejarah yang lain.

Sinkronik ; 

  • Berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn‘dengan’ dan chronoss ‘ waktu’.
  • Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinkronik diartikan sebagai segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.
  • Mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspeknya pada masa atau waktu tertentu secara mendalam.
  • Kajian yang lebih menitikberatkan pada penelitian gejala-gejala yang meluas dari sebuah peristiwa/ruang, tetapi dengan waktu yang terbatas.

Diakronik : 

  • Berasal dari bahasa Yunani, yaitu dia ‘melintas’ atau ‘melampaui’ dan chronoss ‘ waktu’.
  • Diakronik adalah sesuatu yang dapat melintas, melalui, atau melampaui dalam batasan waktu.
  • Mengajarkan kepada kita untuk lebih teliti dalam mengamati peristiwa sejarah.
  • Dalam pembatasan waktu, sejarah mengenal periodisasi, yakni pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahap-tahap pembabakan waktu.
Konsep Perubahan dan Keberlanjutan Sejarah

  • Perubahan : Kejadian atau peristiwa yang membuat perbedaan. Berlangsung secara zig-zag.
  • Keberlanjutan : Suatu keadaan yang telah berlangsung lama. Berlangsung secara garis lurus.


5. CIRI-CIRI SEJARAH

Ada 3 ciri-ciri sejarah, yaitu Immortal,Unique, dan Important

  • Immortal/Abadi : Peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa abadi, karena peristiwa tersebut tidak berubah–ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.
  • Unique/Unik : Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang unik karena hanya satu kali terjadi dan tidak pernah terulang persis sama untuk yang kedua kalinya.
  • Impotant/Penting : Peristiwa sejarah merupakan peristiwa penting dan dapat dijadikan momentum, karena mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak


6. MANFAAT SEJARAH

Sejarah memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan, bahkan Bung Karno pernah berpesan dengan ungkapan : JAS MERAH (Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah), karena bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat memahami sejarahnya sendiri, dan kalau tidak bangsa tersebut akan kecil dan tidak akan pernah berkembang dan maju.

Ada 4 Manfaat Sejarah 

  • Edukatif : Sejarah dpt mengajarkan generasi muda hal-hal yg baik dan buruk, nilai2 kepahlawanan dll.
  • Inspiratif : Sejarah juga berperan dalam memperkuat identitas bangsa (nation building) dan mendorong dedikasi sebuah bangsa untuk berjuang untuk maju.
  • Rekreatif : Dengan membaca kisah-kisah Sejarah seakan mengajak kita bertualang melewati batas ruang dan waktu.
  • Instruktif : Sejarah dapat digunakan sebagai penunjang dalam menjelaskan mata pembelajaran lainnya.

7. SUMBER DATA SEJARAH

Ada 3 Sumber Data Sejarah yaitu : Lisan, Tertulis, dan Benda

  • Lisan : Sumber yang didapat saat wawancara
  • Tertulis : Sumber yang ada di Prasasti, dokumen, piagam, dan naskah
  • Benda : Sumber yang ada di Artefak zaman kuno

Sumber Sejarah Berdasarkan Sifatnya

  • Primer : Sumbernya berasal dari pelaku atau saksi sejarah (Sebagai rujukan utama dalam penelitian sejarah)
  • Sekunder : Sumbernya berasal dari penafsiran (Sebagai pelengkap sumber primer dan rujukan awal dalam penelitian sejarah)


8. TAHAP-TAHAP METODE PENELITIAN SEJARAH

  • Pemilihan Topik : Langkah awal dalam merumuskan sebuah peristiwa sejarah adalah menentukan topik yang akan dibahas. Pemilihan topik peristiwa sejarah yang akan diteliti hendaknya memiliki kriteria seperti layak menjadi bahan penelitian, bukan merupakan pengulangan atau duplikasi yang sudah ada, serta ketersedian sumber atau bahan penelitian sejarah. Untuk mendapatkan sebuah topik penelitian, seorang peneliti dapat menggunakan rumus 5W+1H dalam melakukan pengujian dan merumuskan topik apa yang akan peneliti pilih. (What, who, why, when, where, dan how)
  • Pemilihan Topik : Kriteria Topik Topik yang diteliti harus unik, bernilai, kesatuan, praktis, dan orisinil. Unik, artinya dapat memancing keingintahuan pembaca lewat topik atau judul yang tertera. Bernilai, artinya hasil penelitian tersebut bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Kesatuan, artinya bahan atau sumber yang digunakan dalam penelitian harus sesuai dengan topik dan tidak melebar kemana-mana. Praktis, artinya peneliti dapat mengakses bukti-bukti dan dokumen sejarah sesuai dengan kemampuannya. Orisinil, artinya penelitian tersebut merupakan hasil pemikiran usaha dan dilakukan atas kehendak sendiri. Topik yang dipilih pun bisa menghasilkan pandangan lain terhadap suatu teori atau peristiwa sejarah.
  • Heuristik : Pada tahap heuristik seorang sejarawan mengumpulkan sumber dengan tingkatan yang paling kuat hingga paling lemah berdasarkan sifatnya (sumber primer, sekunder dan tersier). Selain itu seorang peneliti juga harus mampu menggali sumber sejarah berdasarkan bentuknya (sumber sejarah lisan, tulisan,benda dan audio visual).
  • Verifikasi : Penjelasan Bagan Kritik Intern adalah kritik terhadap isi dari suatu peninggalan sejarah, seperti isi prasasti,isi kitab kuno, isi dokumen dll. Kritik Ekstern adalah kritik terhadap keaslian dari sumber – sumber sejarah yang ada. Dengan cara : Tipologi, yaitu penentuan berdasarkan bentuk (tipe) dari benda peninggalan. Stratifikasi, yaitu penentuan umur relatif suatu benda berdasarkan lapisan tanah tempat benda tersebut ditemukan. Kimiawi,yaitu penentuan berdasarkan unsur –unsur kimia.
  • Interpretasi : Peneliti memberikan penafsiran, pendapat, dan analisis dari fakta yang telah diperoleh dari hasil verifikasi. Fakta- fakta tadi akan dihubungkan hingga membentuk rangkaian peristiwa dan maknanya. Penafsiran ini dapat dilakukan melalui cara analisis & sintesis. Analisis untuk menguraikan fakta-fakta Sejarah. Sintesis untuk menghubungkan rangkaian peristiwa yang terjadi untuk memperoleh suatu kesimpulan.

Historiografi : 

Beberapa Contoh Hitoriografi

1. Historiografi Tradisional

Historiografi tradisional adalah ekspresi budaya dari upaya untuk mencatat sejarah. Historiografi tradisional memiliki kaitan erat antara unsur-unsur sastra.

Contoh historiografi tradisional adalah sejarah Malaysia, kisah raja-raja Pasai, kisah Aceh, Babad Tanah Jawi, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Kartasura dan banyak lagi lainnya.

2. Historiografi Kolonial

Historiografi kolonial sering disebut sebagai pusat Eropa. Berlawanan dengan historiografi tradisional, historiografi kolonial adalah penulisan sejarah yang membahas masalah pendudukan Belanda atas bangsa Indonesia.

3. Historiografi Nasional

Setelah orang Indonesia merdeka pada 1945, telah ada kegiatan untuk mengubah penulisan sejarah Indonesia.

Hal ini berarti orang Indonesia adalah fokus perhatian, tujuan yang harus diungkapkan dalam kondisi yang ada lantaran sejarah Indonesia berarti kisah yang mengungkap kehidupan bangsa dan bangsa Indonesia secara keseluruhan, kegiatannya, baik itu politik, ekonomi, sosial atau budaya.












Komentar